3:47 PM

masih terngiang bunyi tabuhan cinta yang kau beri

saat kau derumkan hati yang tak menentu ini kemarin

ya…tepat kemarin..kau masih menganggapku peri kecilmu..

menit dan detik melangkah pergi..

kesenyapan siang ini pun mulai dikejutkan..

bagai petir di pelabuhan mimpi,

menghapus segala buih harapan yang terapung disini

masihkah aku sang "peri" kecilmu? atau…

hanya seonggok "perih" yang sebentar lagi meninggalkanmu..

selintas aku tersadar,

mencoba berpijak pada realita..

akan cinta yang takkan pernah terungkap..

dua labuhan cintamu yang tak terjelajahi dalam satu waktu

kucoba menggapai haluan..

disaat kau mencoba segala ungkapan penantianmu..

aku hidup ! aku selamat ! dan aku terberkati..

aku tak perlu penantian yang tak ada akhirnya

seperti yang kita jalani di hari sebelumnya…

sudah terlampau banyak kegelapan yang kurasakan

meski sering kau coba mengais rasa sesakku

dengan senyum atau janji akan penantianmu

semua itu semu ! kalau ku mengingat pukul 3 tadi..

maafkan aku jika aku tak sanggup

aku tak akan bertahan seperti yang kau minta

tariklah segala daya gelap yang membutakan aku..

aku benci kamu..i really do…

so take care there…dan sekali lagi..

sampaikan maaf-ku untuknya…

ps: finally…penantian-ku berakhir…!

"dan mungkin bila nanti kita kan bertemu lagi..

satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali

rasa yang kutinggal mati…."

Leave a Reply