dan mungkin bila nanti..

Isi hati yang terkulai
Terhempas lepas di tengah buaian
Seiring malam yang setia menemani
Yang tak pernah membiarkan sinar pagi
Tuk mencerahkan bayang sepiku..

Kumasih terjaga dan berharap
Agar malam tak sepenuhnya membisu..
Terpaan angin dingin dan beku..
Mengganggu pikiranku yang hampa

Seruan ombak membangunkanku
Serpihan badai menyadarkanku
Satu..dua..tiga kali..
Lalu kebencian pun terkuak
Meronta dari dasar hati yang terdalam..

Terpaku pasung sang kaki hati
Terdiam tak bergerak setapak pun
Dihinggapi..dihujani tetesan air mata
Kau yang terindah di masa itu
Hilang lenyap kuhapus dari dasar hatiku..

ps: akhirnya aku sadar satu hal…
mungkin kamu emang ga se-sayang itu sama aku

(inspiration: "menunggu pagi")

Leave a Reply